RSS

Cerita dari Balikpapan

28 May

Uang bisa dicari, tapi kebahagiaan nggak bisa dibeli. Begitu kata orang bijak. -dan saya mengutipnya agar kelihatan (sok) bijak-🙂

smileys_LaughKebanyakan orang mengukur kebahagian dengan uang.
Ah, si anu ini kerja di ini gajinya besar.
Gila si itu udah bisa beli rumah beli mobil sekarang.
Ah, disini “lahan kering”, nyesel masuk sini.
Heh, ngapain juga kamu ngerjain itu? orang kerjaan nggak ada honornya gitu.

Hehehe, meskipun tidak berlaku untuk semua orang, tetap saja nggak bisa dipungkiri kalo uang masih memegang peranan penting dalam menciptakan gambaran ideal sebuah kebahagiaan. Contoh kecilnya adalah pernyataan-penyataan diatas yang kebetulan akrab terdengar di lingkungan tempat saya berada.

Maybe yes, maybe no. Bisa saja itu benar. Toh nyatanya “jer basuki mowo beyo”. Misalnya saja, saya bisa merasakan kebahagiaan dan kepuasan bathin tersendiri ketika saya mendaki gunung. Tapi nyatanya mendaki gunung juga perlu biaya. Tidak murah, Balikpapan-Surabaya, Balikpapan-Jakarta, Balikpapan-Makassar, hitung sendiri berapa harga tiketnya. Tapi bisa juga maybe no. Tidak semua kebahagiaan bisa dibeli dengan uang. Dan tidak jaminan orang yang banyak uang itu bahagia hidupnya. temen saya yang ngaku punya tabungan 40M aja hidupnya (selalu) nggak bahagia, terbukti dia mengidap mythomania akibat penderitaan yang dialaminya secara terus menerus dan tak kunjung sembuh. Cukup jauh berbeda dengan saya dan teman-teman seperjuangan seperantauan yang hampir setahun terakhir ini perbulan “hanya” hidup dengan 850k, toh kita fine-fine aja, kita bahagia menikmati hidup dengan cara sederhana. (hahaha, malah curcol dan membuka aib).😀

Sebenarnya ada begitu banyak kebahagian-kebahagian yang tak ternilai, bahkan begitu dekat dengan kita, disekeliling kita. Apa itu? rasa tenteram. Lagi, rasa aman. Hmhm? rasa nyaman. Yang lain? syukur. Ada lagi? kebersamaan, keakraban, persahabatan, dan banyak hal-hal sederhana yang bisa membuat kita bahagia. Pertanyaannya, apakah sesederhana itu untuk bahagia? Mungkin sebenarnya iya. tapi tidak juga se-sederhana mengetik smiley titik dua dan kurung buka. Semuanya tergantung bagaimana kita yang menjalani.

Kebahagian bisa datang ketika orang lain menghargai kerja kita, usaha kita. Kebahagiaan bisa datang hanya dengan duduk-duduk bersama kawan dan saling mengolok dan melempar ejekan (dengan tampa maksud merendahkan) satu sama lain. Kebahagiaan bisa datang hanya dari kita membiasakan mengucap “minta tolong” dan “terima kasih”. Kebahagiaan bisa datang dari kita bergaul dan bersosialisasi dengan mereka mereka cleaning service, satpam, dan orang-orang yang dipandang “sebelah mata”. Kebahagiaan bisa datang ketika melihat seorang rekan kerja nampak cukup stress dengan pekerjaannya, dan kita sebenarnya bisa menikmati pekerjaan itu dengan enjoy aja. (Hahaha, bukannya mbantuin malah ngolokin).

Key.. Sepotong gambar moment ini akan bercerita tentang sedikit kebahagiaan yang kami temukan di tempat perantauan. Di pinggiran timur Kalimantan.🙂

bakar-bakar

Bakar-bakar ikan bersama temen-temen security

*Ditulis di Balikpapan, 28 Mei 2013.
Tulisan ini hanya sekedar opini dan sharing cerita dari penulis semata, tanpa ada tendensi dan maksud apa-apa. Bila ada kesamaan tokoh, wajah, watak, dan karakter, itu hanya unsur kesengajaan dan bukan kebetulan semata. Keep calm. Daripada jotos-jotosan, lebih baik kita tersenyum bahagia🙂
*titik dua kurung buka*

 
5 Comments

Posted by on May 28, 2013 in Catatan Harian

 

Tags: , ,

5 responses to “Cerita dari Balikpapan

  1. Soekardi SH

    June 2, 2013 at 10:35 pm

    sepakat mas. kebahagiaan tdk bs dibeli.
    tapi bagi2 ikanya dong, enak kayaknya. heuheuheu

     
    • azhyz

      June 2, 2013 at 10:43 pm

      hhe, monggo silahkan mampir saja.. stock ikan banyak di balikpapan🙂

       
  2. Anggita

    June 2, 2013 at 10:46 pm

    Ah bikin ngiri!!

     
  3. Anggita

    June 2, 2013 at 10:48 pm

    Ah bikin ngiri!!!

     
  4. rizkagmelia

    June 5, 2013 at 11:42 am

    speechless eh mas..
    tapi aku cuma pengen bilang seneng punya keluarga kayak kalian para makhluk perantauan (ga jelas asalnya) ini hehehe

    btw kok dibawahnya titik dua kurung buka? sedih dong😦
    hehehe

     

Monggo,, silahkan meninggalkan komentar, kritik, saran dan masukan disini, jangan sungkan-sungkan..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s