RSS

Siapa suruh jadi anak sapi?

25 Nov

Siapa suruh jadi anak sapi?

Berhentilah mengeluh, kata si petani.
Siapa suruh jadi anak sapi?
Kenapa kau tak punya sayap untuk terbang?
seperti burung camar, yang begitu bangga dan begitu bebasnya.

Anak sapi mudah diikat dan “dibantai”,
tanpa tau alasan mengapa,
tetapi, siapapun yang menghendaki kebebasan,
seperti burung camar, harus belajar untuk terbang.

#terjemah suka-suka lagu “Donna donna”, Joan baez.
Bogor, 25 November 2012.

Ada banyak makna dibalik sepenggal lagu donna-donna, yang entah mengapa, begitu menyentuh dengan nada-nada yang dilantunkannya, dengan aransemen yang diperdengarkannya.
Saya tak terlalu peduli, apakah ini, konon katanya, lagu yang “mengiringi” pembantaian bangsa yahudi layaknya “anak-anak sapi”. Terhadap mereka, bangsa yang tak memiliki daya untuk meloloskan diri.

Saya tidak terlalu perduli.
Saya suka lagu ini, memutarnya berulang-ulang di padang mandalawangi, menemani saat-saat merenung dan menikmati kedamaian berada di alam kebebasan, mengingatkan pada sosok soe hak gie. Saya pun lebih suka memaknai, justru kita inilah “anak-anak sapi” itu. Yang harus berhenti mengeluh, yang tak punya sayap untuk terbang, yang tidak memiliki kebanggaan dalam zona nyaman, yang terikat oleh ketidak bebasan.
Lalu? kebebasan seperti apa yang saya ingini?
Well, saya masih harus belajar terbang, Like the swallow has learned to fly…

On a wagon bound for market
There’s a calf with a mournful eye
High above him there’s a swallow
Winging swiftly through the sky

How the winds are laughing
They laugh with all their might
Laugh and laugh the whole day through
And half the summer’s night

Donna, Donna, Donna, Donna
Donna, Donna, Donna, Don
Donna, Donna, Donna, Donna
Donna, Donna, Donna, Don

“Stop complaining”, said the farmer
Who told you a calf to be?
Why don’t you have wings to fly with
Like the swallow so proud and free?

How the winds are laughing
They laugh with all their might
Laugh and laugh the whole day through
And half the summer’s night

Donna, Donna, Donna, Donna
Donna, Donna, Donna, Don
Donna, Donna, Donna, Donna
Donna, Donna, Donna, Don

Calves are easily bound and slaughtered
Never knowing the reason why
But whoever treasures freedom
Like the swallow has learned to fly

How the winds are laughing
They laugh with all their might
Laugh and laugh the whole day through
And half the summer’s night

Donna, Donna, Donna, Donna
Donna, Donna, Donna, Don
Donna, Donna, Donna, Donna
Donna, Donna, Donna, Don

Dan pada kenyataannya, kita memang tak bisa memilih untuk dilahirkan sebagai anak sapi. Tetapi, kehidupan ini kita yang menentukan. Bukan berserah pada takdir yang selamanya menjadikan kita sapi-sapi kerdil tak berarti. Dia memberi memberi kita pilihan, Dia memberi kita kesempatan, untuk belajar terbang. Menyapa angin-angin yang tadinya menertawakan kita.

Sesungguhnya Allah tidak mengubah (nasib) suatu kaum sampai mereka mengubah (nasib) diri mereka sendiri? (Arraad ayat 79)
.
Bahkan, dari lagu yang konon katanya berlatar belakang peristiwa / keyakinan umat lain pun, kita bisa belajar tentang kebaikan bukan..? Tanpa perlu fanatisme berlebihan dan pandangan picik yang menyempitkan.
***
*Ditulis di Gadog, Ciawi, Bogor. Penghujung November 2012.
Cuman tersenyum ketika seorang teman berkomentar bahwa kita tidak boleh menyanyikan lagu “Donna-Donna” ini karena lagu tsb merupakan karangan bangsa yahudi, dan didalamnya terdapat bait-bait pemanggilan Dewa/Tuhan mereka. So what?🙂
 
3 Comments

Posted by on November 25, 2012 in Catatan Harian

 

3 responses to “Siapa suruh jadi anak sapi?

  1. eva hum

    December 15, 2012 at 4:53 pm

    coment ahhh
    OOT gpp yaa ga nyambung ama postinganny :p
    prnah di print ga mas smwa postingan di blog ini?? klo blum coba gih di print trus coba kirim ke penerbit…
    bagus tulisannya mas,aplg klo udah bahas touring “nggunung”nya…. sumpeh deehh aku ngileerr….
    sesuatu yg kayaknya ga mungkin aku lakukan yg sbenarny itu jadi keinginan terpendamku yg paling gedee hahahahaa meeelaaaasss

    lebay yaa komengnya
    biar deeh lebay mas pupunk kan alay jadi cucok bookk😀

     
  2. D Ayu Yunitaningrum

    December 28, 2012 at 12:51 am

    salam kenal🙂

    suka ama postingannya, very much…
    di balik kontroversi, larangan dan kejadiannya, lagu ini enak banget di dengar…

    ketika malam tiba, setelah lelah mendaki atau ketika rindu dengan teman pendakian, lagu ini jadi “sesuatu” banget ka….

     
  3. Mayzha Azure

    June 20, 2014 at 12:35 pm

    whatever apa kata orang tentang lagu dan lyric lagu donna donna, yang penting buat saya lagu ini menginspirasi. salam kenal, salam perjuangan, kak!🙂

     

Monggo,, silahkan meninggalkan komentar, kritik, saran dan masukan disini, jangan sungkan-sungkan..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s