RSS

Menebar Racun – PAPANDAYAN [chapter 1]

29 Oct

Menebar Racun – PAPANDAYAN
Bagian I

Benar bahwa kami menikmati setiap langkah yang penuh letih itu. Merayap, mengusap peluh dan mengatur nafas yang terputus putus. Membawa serta sahabat-sahabat kami menapaki setiap jengkal menakjubkan si cantik papandayan. Gunung yang diam bersemayam di belahan selatan swiss van java, Kabupaten Garut – Jawa Barat.

Bagi sebagian dari mereka, inilah kali pertama mendaki, menikmati kesusahan dan sejenak meninggalkan zona nyaman. Berbagi waktu dengan alam, bercumbu dengan dinginnya angin yang menyusup dari balik lembah. Berdiri di tepian tebing curam, menerabas hutan dan pepohonan. Merentangkan tangan, meresapi betapa arti persahabatan. Darimu, papandayan, kami belajar tentang kehidupan..

(Tegal Alun, 26 Oktober 2012)

                                                                            ***

Suatu Sore, Tegal Alun

Gerimis tipis yang sedari tadi tak henti, menyisakan tetes embun di daun-daun edelweis yang baru saja bermekaran. Membasahi dahan-dahan dan ilalang kering yang menguning. Bersatu padu dengan kabut putih, terbawa angin. Mengiring hawa dingin yang kian terasa. Menyusupi tenda kami yang berdiri tepat di tengah-tengah lembah, di penghujung Tegal Alun.  

Hati kami bergetar, mata menatap nanar, kepada hamparan bunga-bunga abadi yang bertahan dalam dingin, dalam sunyi, dalam hening. Seolah bunga-bunga dan dinginnya adalah pasangan sejati, dalam cinta mereka yang abadi. Suasana seperti inilah yang selalu dan selalu kami cari, nuansa seperti inilah yang selalu dan selalu membuat kami rindu pada gunung-gunung. Dan pengalaman batin seperti inilah yang ingin kami bagi, kepada sahabat-sahabat kami yang baru pertama kali ikut mendaki. Menebar racun yang membius, anestesi.

Sore itu, beruntung kami memutuskan untuk segera mendirikan camp di tegal alun, alih-alih menjelajahi luasnya padang edelweis papandayan. Kabut tebal dan cuaca yang mendung tinggal menunggu waktu tuk menurunkan hujan. “Gimana nih, kita jalan-jalan ke danau dulu apa langsung nge-camp?”  tanya si Kusnadi. “Terserah sihhh, kalo gue mau duduk aja” jawab mbak Ary, temennya si Adi yang katanya juga baru ketemu kali ini. Ahihihi.  Tapi bisa dimaklumi, pastinya semua kelelahan setelah hampir tiga setengah jam berjalan menapaki trek “shortcut” papandayan. Sengaja kami pilihkan jalur memotong dari kawah langsung ke arah hutan mati tanpa harus memutari pondok salada. Jalur ini lebih dekat, dan waktu tempuh yang diperlukan jauh lebih singkat ketimbang lewat salada. Hanya saja, jalur ini berupa tanjakan yang cukup “sadis” dan menguras tenaga. Jadi yaa wajarlah bila kami, terutama kawan-kawan yang baru pertama kali mendaki, harus istirahat berkali-kali. Mengatur irama nafas, dan meluruskan kaki. Tak henti-hentinya kami saling menyemangati, mengabadikan setiap momment dalam jepretan kamera, bernyanyi-nyanyi nggak jelas untuk mengurangi beban hati. Senandung “Gereja tua”, lagu-lagu lama kepunyaan “DEWA”, hingga tembang “Mahameru” yang katanya menggetarkan dada mereka, seiring racun yang perlahan menyusup dalam jiwa dan nadi sahabat-sahabat kami ini. Ya, misi kami adalah menebar racun pendakian. Dan nampaknya segalanya berjalan dengan sempurna di papandayan.🙂

                                                                ***

Aku kembali,
stlah sekian lama,
mencari arti,
jalani mimpi.

Ku kembali,
tempat dimana ku bisa,
bersembunyi.
Hanya di sini,
kulepaskan resah hati.

Dari cerita,
kisah yang lalu.
Dan kuberharap,
terangi jiwa

Dari semua yang pernah aku jalani,
di sini yang berikan damai di hati

(Steven And The Coconut – Kembali)

                                                                ***

To be continue….

 
Leave a comment

Posted by on October 29, 2012 in Catatan Perjalanan, Uncategorized

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Monggo,, silahkan meninggalkan komentar, kritik, saran dan masukan disini, jangan sungkan-sungkan..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s