RSS

Balada Tenaga Harian Lepas, Antara menikah dan…..

14 Aug

Balada Tenaga Harian Lepas, Antara menikah dan…..

Nggak kerasa sudah hampir setahun ini kami menyandang predikat lulusan diploma. Iya, “cuma” lulusan diploma kok, bukan sarjana.😉 Tanpa menyandang embel-embel gelar yang sering dibangga-banggakan calon mertua #eh orang tua maksudnya. Hehe, belum-belum sudah ngomongin calon mertua. “Kerja” aja belum, berpenghasilan (layak) apalagi. Yah, kalo kata ibu saya sih bilangnya baru belajar “ceker-ceker” sendiri. Maksudnya, seperti anak ayam yang baru belajar mencari butiran-butiran nasi. Lagi ajar golek upo. Lagi masa transisi, belajar mandiri, belajar hidup.

Dulu orang tua sering bercerita tentang rekasaning urip. Dan waktu kita masih kecil dulu, yang kita tahu hanyalah minta duit. Mereka yang lari tunggang langgang, kita yang bersenang-senang. Mereka yang nubruk sana nubruk sini nusang njempalik, kita ongkang-ongkang kaki matur “pak-buk, nyuwun duwik”. Yahhh.. dulu, lebih tepatnya-kemarin, kita masih seperti anak-anak yang selalu disuapi, dicukupi, disubsidi. Sekarang, sebagaimana proses hidup, semuanya akan tumbuh dan berkembang. Seekor anak sapi yang menyusu, perlahan akan membesar, berhenti menyusu, dan berubah menjadi sapi dewasa yang berganti menyusui. Satu tunas pohon, kelak akan membesar, kemudian memunculkan tunas-tunas baru, yang kelak akan menggantikannya ketika usia menumbangkan batang kayu itu. Seorang “pupunk” kecil, perlahan akan membesar, dan kelak akan menjadi “Pak Pupunk”, dan menghasilkan “pupunk-pupunk junior” yang lucu-lucu😀

Hmmm… Jadi ngelantur ngomongin soal “berkeluarga”.
Kita ini, masih muda kan yah..? Saya saja baru 17 jalan lewat dikit.😉 Tepatnya 17 tahun, 260 minggu, 97 hari. Whops, hasilnya ternyata sudah berkepala 2. Ya Allah, sudah kepala 2!! Kata orang, kepala dua itu identik dengan usia dimana kehidupan kita sudah tidak lagi kepala 1. #yaaiyalaaaah. (baca: 1=single, #ooooo). Ah mas, kok membahasnya kesitu lagi? Hehe yaudah nggakpapa, lhawong ini saya asal ngetik saja kok. Kalo tulisannya ndak bagus ato ndak kebaca ya nanti tinggal di tip-eks saja.

Teringat tentang masa muda. Dulu, pernah suatu ketika, kawan-kawan seperjuangan saya (yang sudah seperti keluarga saya sendiri) ngobrol ngalor ngidul soal masa depan kita nanti, “Ayo kita bikin piala bergilir, siapa yang nikah duluan kita kasih piala itu, trus nanti ganti-gantian siapa berikutnya” hehe, gondes tenan ide si gokong itu. Nikah itu bukan balap-balapan kooong, trus bukan juga mengesampingkan soal semangat menyempurnakan agama. Tapi menikah itu soal kesiapan. Bukankah hukum nikah yang dibagi menjadi haram, makruh, hingga sunnah atau bahkan wajib itu salah satunya diukur dari kesiapan juga? Kawan saya* ada yang merasa sudah siap, belum genap setahun setelah diwisuda, langsung nikahan. Bagussss. Ada juga seorang senior panutan*, sampe jadi ceng-cengan karena sudah hampir kepala 3 belum juga melancarkan agresi serangan. (*nama-nama sengaja tidak ditampilkan lho yaaa, untuk yang merasa, mohon maaf, ini contoh saja).

Kalau saya ditanya kapan? Wallahu a’lam, tapi kalau saya sih tidak ngebet pengen terburu-buru. Saya merasa masih perlu “memantaskan diri” terlebih dahulu. Masih ingin mengejar harapan dan menjemput mimpi. Kalau kata om duta “masih banyak yang harus kucari, tuk bahagiakan hidupmu nanti, woouooo..”. Apalagi pemuda “PERTAMINA” seperti kita ini, “dimulai dari “nol” ya mbaaak..” Hkhkhkhk😀
Selain itu kan, kita juga perlu memantaskan diri dari segi perilaku, dari segi agama juga. Wanita baik-baik adalah untuk lelaki baik-baik, dan begitupulalah sebaliknya, (kalo tidak salah itu sabda nabi). Jadi, sebelum menjadi imam bagi keluarga kita nanti, sekiranya perlu kita memantaskan diri, dari berbagai segi. Opo meneh kok pemuda keblinger macam saya-saya dan sebagian sampean ini..😀

Untuk yang kelak menemani hidupku, ehm.. ehm..
Siapapun yang digariskan untukku nanti, (berharap itu kamu, #eeaaaaa) sekali lagi, saya ini cuma lulusan diploma, dan sepertinya kurang berminat mengejar gelar sarjana. Saya mau jadi pengusaha saja. (pengusaha apa mas? Yooo yang penting usaha dik, termasuk usaha ngedeketin kamyu.. Haha). Yang kedua, bersiaplah untuk hidup susah. Karena hidup itu tak mudah. Dan jangan marah-marah, jika nanti tak cukup nafkah. #sontoloyo (jangan mau dik, sama pemuda ini, tugas suami adalah menafkahi istri, lahir bathin). Bathin sih siap paaaak!! #eh. Yang ketiga, saya ini bukan lelaki yang baik, masih banyak yang jauh lebih baik dan lebih pantas buat mendampingimu, dik.. (ah, mas.. aku ndak peduli. Pokoknya aku tresno mati karo njenengan. Sumpih mas..)

“Mas, mas.. tolong surat ini diantar ke lantai dua yaa.. tapi sebelumnya mintakan stempel & tandatangan bapak kepala kantor dulu di ruang TU”.

“Oh, iya pak!”  segera bergegas sambil kucek-kucek mata.

Oalaaaaah, dasar Tenaga Harian Lepas!!
Jadi teringat sebuah peribahasa, “Sepandai-pandainya posisi kamu tidur, suatu saat bakal kena tegur juga”.

Gadog, Ciawi – Bogor.
Minggu kedua.

 
16 Comments

Posted by on August 14, 2012 in Catatan Harian

 

Tags: , , , , , , ,

16 responses to “Balada Tenaga Harian Lepas, Antara menikah dan…..

  1. seto cahyono

    August 14, 2012 at 4:57 pm

    mantep bang..eaaaaa…

     
    • azhyz

      August 16, 2012 at 10:38 am

      haha.. manteb mana sama 3gp karya mbah sony?

       
  2. Pegawai Diperbantukan

    August 14, 2012 at 10:44 pm

    Nikah aja dulu kakaaak..

     
    • azhyz

      August 16, 2012 at 10:39 am

      Hedeeeeh.. raaaacun ini😀

       
  3. Anonymous

    August 15, 2012 at 8:01 am

    #eaa
    Seorang “pupunk” kecil, perlahan akan membesar, dan kelak akan menjadi “Pak Pupunk”, dan menghasilkan “pupunk-pupunk junior” yang lucu-lucu😀

     
    • azhyz

      August 16, 2012 at 10:40 am

      iki mesthi kang edi susilo, komen di pesbuk ama yg disini sama, hkhkhkhk

       
  4. Anonymous

    August 15, 2012 at 4:38 pm

    iki opo to ploooooooooooooook… hahaha
    951

     
    • azhyz

      August 16, 2012 at 10:41 am

      wogh, 951, kakak pertama angk 2012. Opo sih dik wijanarkooooo…

       
  5. chairu891

    August 15, 2012 at 8:44 pm

    adus sek plookkk

     
    • azhyz

      August 16, 2012 at 10:42 am

      opo sih meeeen… slenthik kopyor lhoo. Dijak’i ndang nikah. Akakakaka..

       
  6. Laku

    October 1, 2012 at 9:12 am

    Salam Blogger Indonesia, jika anda gemar menulis di blog serta memiliki waktu luang, ikutilah Blog Review Competition 2012 By Laku.com dengan Hadiah Total 16 juta Rupiah untuk 20 pemenang. Jadi kesempatan menangnya sangat besar lho.

    Rincian Pemenang:
    Pemenang I: Uang tunai Rp. 5.000.000
    Pemenang II: Uang tunai Rp. 3.000.000
    Pemenang III: Uang tunai Rp. 1.500.000
    Pemenang 4-10: Uang tunai Rp. 500.000
    Pemenang 11-20: Uang tunai Rp. 300.000

    Silahkan daftarkan artikel blog anda di Blog Review Competition 2012 By Laku.com

     
  7. Atika Ratnasari

    October 29, 2012 at 8:05 pm

    Plok Plok Plok *tepuk tangan*

    Pemuda Pertamina, apik iki istilah anyar haha

     
    • azhyz

      November 25, 2012 at 10:44 pm

      ada apa weuh manggil manggil ane..
      *stay cool*
      haha..

       
  8. donbull

    November 8, 2012 at 4:35 pm

    ayo aziz… desegerakan…😀
    #loh

     
    • azhyz

      November 25, 2012 at 10:43 pm

      wew, ada mas Donik..
      jadi :malus😀

       
  9. kredit tanpa agunan

    May 10, 2014 at 4:22 pm

    mantap
    sukses selalu gan

     

Monggo,, silahkan meninggalkan komentar, kritik, saran dan masukan disini, jangan sungkan-sungkan..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s