RSS

Stagnasi, anestesi… ketika merindukan sebuah petualangan

26 Jun

Stagnasi, Anestesi… Ketika Merindukan Sebuah Petualangan

Stagnasi ini berunjung pada satu titik. Titik yang seakan mengakhiri suatu alenia. Suatu fase, suatu masa yang menempatkan saya dalam penjara rutinitas yang sama sekali tak bisa kunikmati. Bekerja sebagai orang kantoran nampaknya tak sejalan dengan jiwa dan jerit hati. Berangkat pagi, pulang petang, tidur larut malam, stagnasi.

Aku rindu petualangan. Aku rindu sebagai mahasiswa. Yang bebas mengepakkan sayap menelisik indahnya negeri Indonesia ini. Berpetualang ke pelosok sumatera, menengok atap kerinci, menikmati lamanya perjalanan menyusuri daratan jakarta – jambi. Aku rindu semeru, puncak yang gagah dan petualangan yang indah. Ranukumbolo, oro-oro ombo, arcopodo. Bercumbu dengan pasir lembut yang mempertaruhkan semangat dan sarat emosi. Aku rindu menyisir argopuro, empat hari melelahkan menyusup kedalam surga tersembunyi. Bersua dengan merak, rusa, dan padang savana. Hingga berujung pada sebuah telaga, taman hidup, sama persis seperti namanya. Aku rindu perjalanan nekat menuju krakatau purba. Dimana kami menikmati dan merayakan setiap kemenangan-kemenangan kecil yang kami dapati. Meski kedua puncak ibu dan anak itu gagal kami tapaki. Aku pun merindukan pangrango, aku merindukan mandalawangi. Salah satu tempat yang selalu dan selalu inigin ku kunjungi, untuk menyendiri, merenung, membaur, meresapi, dan mencari arti. Aku rindu lawu, merbabu dan merapi, serta sindoro slamet dan sumbing. Aku rindu arjuno welirang dan penanggungan, arrrggh..!! aku rindu petualangan…

Aku rindu mereka yang tak pernah kutaklukkan. Mereka, yang aku hanya bisa merayapi punggungannya, mereka yang tak sengaja terggulirkan bebatuan di setapak jalannya, dan tanpa sadar tercabuti akar rerumputannya. Lalu tanpa arti dibanding seluruh kebesaran-Nya, hanya bisa menggumam syukur berjalan diatas puncaknya. Petualangan itu, seperti titik-titik bius, anestesi…

Purnawarman, Jakarta Selatan.
26 Juni 2012

*catatan absurd setelah lama vakum dalam tulisan*
 
 

Tags:

2 responses to “Stagnasi, anestesi… ketika merindukan sebuah petualangan

  1. mida

    June 29, 2012 at 1:21 pm

    Itulah enaknya jadi mahasiswa ya, bebasss lepasss… hehehe…
    Tapi kalo niat berpetualang masih berkobar sih, insya Allah udah kerja juga bisa koq disempet-sempetin… ^_^

    Btw tulisan ciremaiku adanya di blogspot, di sini

     
    • azhyz

      July 3, 2012 at 9:18 am

      hehehe.. iya mbak.. waktu mahasiswa dulu kalo mau jalan2 banyak waktu luang tp gak ada uang..
      Sekarang waktu jarang, dan juga gak ada uang..😀

      Barusan dari TKP, abis ngebaca cerita petualangan mbak mida di ciremai, gak kebayang!! bermalam di goa walet tanpa tenda, matras, sleeping bag dan makanan. Pdhl dinginnya minta ampun disana! Tapi dijamin bakal ada kepuasan batin tersendiri setiap mendaki gunung🙂

       

Monggo,, silahkan meninggalkan komentar, kritik, saran dan masukan disini, jangan sungkan-sungkan..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s