RSS

Daripada mengutuk kegelapan, lebih baik menyalakan Lampu Teplok

20 Feb

Daripada mengutuk kegelapan, lebih baik menyalakan Lampu Teplok.

Malam ini, mari sedikit bermain-main dengan imaji, membebaskan ia yang sudah lama terkurung dalam diri seorang pemuda pengangguran macam saya ini. Membiarkannya bebas, dan berlari-lari di dunianya sendiri. Hoahm.. Tapi saya mengantuk. Saya ingin melepaskannya saja di dunia mimpi. Biar ia bisa bebas berlari lari tapi tak kan bisa lari. Hmmmss.. Dan lagipula, saya pun sedang kering inspirasi. Ada yang mau membantu? Ada yang mau kasih ide? Tidak ada? Sama bingungnya dengan saya? Hooooahm, yuk kalau begitu tidur saja kita. Menyusul si cinta yang baru saja kututup teleponnya. Yang sudah tidur terlelap setelah menyelesaikan belajarnya. Hmmmh, tapi si jari jari malah memberontak, ia masih ingin menari nari. Ah dasar nakal!! Sama seperti kamu, cinta..

Heh!! sebenernya niat mau bikin tulisan nggak sih?? Maaf, sejujurnya dan sebenarnya enggak. Trus kenapa masih nulis?? Ya karena pengen aja. Pfffft..
Saat facebook & twitter menjadi tak menarik lagi, dan mata “kethap-kethip” enggan terpejam karna kebanyakan kopi, ya kamu harus siap-siap menjadi tong sampahku, yang mau tak mau harus mau menampung segala kesah dan sumpah serapahku, ah malang sekali nasibmu, blog wordpress-ku.

Oke, oke ziz.. Ane tau ente lagi galau. Ane tau ente lagi suntuk. Nih gue kasih cerita aja yee, mudah mudahan aje bise bikin muke lu ga kusut lagi kayak gitu..

Pffftt, terserah deh!! Mau cerita soal apa lu?

Oke, dengerin yee.. kali ini tentang kisah seorang bapak-bapak yang bernama pak abdul. (Sial, pasti lu mau nyindir gue!!). Setting dan latar ceritanya adalah desa pelosok di sebuah perbatasan wilayah yang sinyal HP pun menjangkaunya susah. Akses jalan dan kendaraan kesana pun tak kalah susah. Melewati alas dan sawah-sawah. Pelosok & terpencil banget deh pokoknya!! (Tuh kan, lu beneran nyindir gue! Sial..)
Selow berow.. Gue belum selesai cerita lu udah manyun manyun gitu.. Dengerin dulu laaah. Oke??
Alkisah, di suatu sore yang beranjak gelap karena pemadaman, terjadilah obrolan ringan antara pak abdul dengan istrinya, bu anindya..

A: De’..
B: Dalem mas..
A: Kok peteng yo?
B: Nggih nggih to mas, lhawong PLN mati lampu kok.
A: Trus pripun de’?
B: Kulo tak nyumet lampu teplok mawon nggih mas..
A: De’..
B: Dalem..
A: Umpamane aku lampu teplok, aku pengen ade’ sing dadi sempronge.
B: Maksute pripun mas?
A: Ya ade’ to sing menjaga agar apiku tetap menyala sepanjang malam. Ade’ sing melindungi ben genine mboten mati senajan keno angin gedhi.
B: Nggih emoh to mas..
A: Kok emoh to de’?
B: Lha mangkih nek ade’ dadi semprong, mangkih dadi ireng koyo mas aziz..
A: “…” #gagaltotalngegombal *nangis guling guling jedotin kepala ke tembok*

Lho? Katanya kisahe pak abdul, kok dadi pak aziz? Piye toh press, wordpress? Kowe mesthi asline meh ngenyek aku yo press.. Ngaku wae pres..
Press.. Press..?? Wordpres..?!
Lhooo tibake aku malah ditinggal turu ik. Jan rachetho tenan bocah iki.

Dan akhirnya pak abdul, eh pak aziz, manyun manyun seorang diri, masih memikirkan tentang lampu teplok dan juga istrinya, bu nindya.. Lalu ia menulis sebuah gombalan yang dirasanya sedikit lebih romantis, untuk mencoba meluluhkan kembali hati sang istri. Di secarik kertas ia menulis:

“Jika aku adalah lampu teplok, maka aku ingin agar kaulah yang menjadi semprongnya. Yang selalu menjaga agar nyala apiku tak padam diterpa angin masa. Yang rela bening kacamu menjadi hitam legam karna menjaga apiku sepanjang malam. Demi berdua kita berbagi kehangatan..”

“Nek kowe ora meleleh de’, jangan sebut mas iki pria penggombal sejati..!!” kata pak abdul dalam hati.
______
*Wkwkwk, sebuah cerita imaji yang geje. Tokoh-tokoh dalam kisah ini bukanlah nama sebenarnya. Bila ada kesamaan nama, tempat dan peristiwa mungkin hanya kesengajaan semata. Pembaca disarankan untuk menggunakan google translator versi bahasa jawa. Dan sangat disarankan meninggalkan sejenak otak warasnya..😀

Salatiga, 20 Februari 2012, menunggu pengumuman, lewat tengah malam.

 
1 Comment

Posted by on February 20, 2012 in Catatan Harian, Zona Ngakak

 

Tags: , ,

One response to “Daripada mengutuk kegelapan, lebih baik menyalakan Lampu Teplok

  1. Anonymous

    March 22, 2012 at 1:53 pm

    lucu temen…. asli lucu..

     

Monggo,, silahkan meninggalkan komentar, kritik, saran dan masukan disini, jangan sungkan-sungkan..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s