RSS

Kesombongan masa muda yang indah (?)

28 Jan

Kesombongan Masa Muda yang Indah.

Satu nomor tembang milik sheila on 7 mengalun perlahan dalam playlist pagi ini, bersama segelas kopi yang menjadi teman menggalau kali ini. Menghabiskan sisa-sisa jum’at malam yang terasa begitu membosankan, sedikit kecewa dengan kabar pengumuman penempatan yang konon katanya bakal dirilis hari ini, namun nyatanya hingga dini hari tak juga jelas alang juntrung kebenarannya. Shhh*t..!! hoax thok ternyata. Ahhh bukankah itu di kampus ini sudah biasa..😀

Selepas nyanyian ratapan “sarjana muda” dari iwan fals, irama dan bait bait sederhana dari om Duta ini serasa menjadi pengobat luka. Alunan nada-nada dan syairnya seperti romansa, yang mampu memutar kembali kenangan dan menyegarkan ingatan betapa kita masih teramat muda.

“kita slalu berpendapat kita ini yang terhebat, kesombongan masa muda yang indah..”

Hahaha, ya, satu kesombongan yang indah, satu kesombongan yang senantiasa membuat kita bebas tertawa lepas, satu kesombongan yang membuat kita menepuk dada dan bangga terhadap diri kita. Bangga terhadap kebersamaan kita, bangga terhadap pencapaian-pencapaian kecil kita.

Huh, tiba-tiba saja saya merindukan masa masa itu. Tiba tiba kangen kosan, tiba tiba kangen suasana perkuliahan, tiba tiba kangen nongkrong dan ngobrol di warung kopi, kangen main kartu dan ngobrol sampai pagi, kangen jalan keliling-keliling gak jelas muterin kota jakarta.
Hehe, jadi ingin mengulang masa-masa itu kembali. Hidup yang tak sebatas jalan bareng gebetan, numpang baca buku di gramedia, sekedar makan di warung pinggir jalan, menggalau di pelataran DP yang kita anggap sakral, atau bahkan seperti orang tak waras nangkring diatas rangka besi setinggi belasan meter itu, bertengkar atau berdebat oleh hal hal yang sedemikian amat sangat sepele, hehe.
Atau, ketika kita dengan jumawa mencoba menaklukkan satu persatu gunung-gunung yang ada di bumi Indonesia kita tercinta, melawan derasnya arus dan menikmati setiap liukan & jeram jeram sungai yang kini tak jernih lagi airnya, atau kau yang memilih menikmati keindahan dalam kegelapan labirin perut bumi, menyeruak menyusuri goa demi goa yang bahkan aku sendiri tak pernah mencobanya. Atau mereka yang dengan kuat merayap memanjat tebing-tebing tinggi dengan lengan lengannya yang perkasa. Ah, terlepas dari kesombongan-kesombongan kita itu, satu hal yang ku rindukan dari kalian, dari masa muda kita, adalah kebersamaan dan kesederhanaan. Kesederhanaan dalam menerima satu sama lainnya, kesederhanaan dalam memaknai kehidupan dan melukis kebahagiaan.

Aku raja kau pun raja, aku hitam kau pun lebih hitam..!! haha.

“Demi bermain bersama, kita duakan sgalanya. Merdeka kita, kita merdeka..!!
Tak pernah kita pikirkan ujung perjalanan ini, tak usah kita pikirkan ujung perjalanan ini..”

Sebuah bait penutup yang seketika menepis pemikiran bahwa mungkin sebentar lagi masa akan mengantarkan pada cerita yang berbeda, masa yang akan membawa kami ke dunia yang mungkin meluluh lantakkan kesombongan kita, kesombongan masa muda yang indah.
Tapi coba lihatlah, dari kejauhan aku melihat, disana ada kehidupan, ada nyanyian, dan ada keberanian.

*tulisan ini, untuk saya sendiri, & untuk mereka yang menghargai sebuah masa muda.
Salatiga, selepas subuh, 28 Januari 2011

 
Leave a comment

Posted by on January 28, 2012 in Catatan Harian

 

Tags: , , ,

Monggo,, silahkan meninggalkan komentar, kritik, saran dan masukan disini, jangan sungkan-sungkan..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s