RSS

Referensi Pendakian: Gunung Sumbing (3.371 mdpl)

04 Jan

Referensi Pendakian: Gunung Sumbing (3.371 mdpl)

Gunung Sumbing merupakan gunung bertipe strato (kerucut), dengan ketinggian 3.371 mdpl. Gunung ini terletak dikawasan kabupaten Wonosobo, tepatnya didaerah Temanggung, Jawa Tengah. Kondisi puncaknya terdiri atas batu cadas yang menjulang tinggi dan disekitarnya banyak dijimpai kawah-kawah kecil yang mengeluarkan asap belerang. Puncak Gunung Sumbing terdiri atas 2 puncak, Puncak Buntu, dengan ketinggiaan 3.3672 mdpl, dan Puncak Kawah, dengan ketinggian 3.372 mdpl.

Lereng Gunung Sumbing merupakan salah satu kawasan yang rawan longsor karena terlalu luas dieksploitasi lahannya untuk ladang tembakau dan sayur-sayuran. Menurut ahli konservasi dari UGM, lereng gunung Sumbing mempunyai tingkat erosi yang paling tinggi diantara gunung-gunung yang ada di sekitarnya sehingga bila mata memandang akan terlihat hampir separuh lereng gunung sudah merupakan daerah perladangan.

Untuk mencapai puncak Gunung Sumbing terdapat satu jalur utama yaitu  lewat kampung Butuh, Desa Garung, Wonosobo. Desa Garung terletak di kaki sebelah kanan Gunung Sumbing dan kaki sebelah kiri lereng Gunung Sindoro. masyarakat desa ini sebagian besar bermata pencaharian dengan bertani. Jumlah penduduk desa Garung tidak terlalu banyak tetapi kelihatan sangat makmur.

Desa garung (1.543 mdpl) merupakan desa terakhir menuju ke puncak gunung Sumbing, dapat dengan mudah kita capai karena letaknya yang dilalui jalur bis/minibus dari arah Magelang menuju ke Wonosobo atau sebaliknya, turun sebelum kota Wonosobo sekitar 16 km tepatnya di Gapura Desa Garung (Pasar Reco).

Untuk mencapai jalan pendakian yan menuju puncak Gunung Sumbing dari Gapura Desa Garung kita menuju ke Kampung Butuh melalui jalan berbatu, sekitar ½ jam dengan jalan kaki atau dengan naik ojek.

Setelah sampai di Kampung Butuh, kita melapor pada pak Zamroni, kamituwo kampung ini untuk minta ijin pendakian ke Gunung Sumbing. Di rumahnya ini kita bisa bermalam untuk melanjutkan pendakian esok hari atau istirahat sebentar dan melanjutkan pendakian pada malam hari. Untuk kebutuhan air sebaiknya dipersiapkan dikampung ini, karena selama perjalanan kepuncak tidak ada mata air dan kalau kita memerlukan pemandu gunung (porter) kita bisa mendapatkan di desa ini dengan tarif Rp 30.000,- perorang dan silahkan menghubungi mas Sukamto.

Dari kampung Butuh ini terdapat 2 jalur pendakian yaitu Jalur Baru dan Jalur Lama. Jalur Baru di buka karena jalur lama sudah terkena erosi yang menyebabkan jalur agak sulit untuk dilalui. Panjang jalur dari Desa Garung sampai ke puncak Gunung Sumbing leawt jalur lama 7 km, dan lewat jalur baru sepanjang ½ km.

Jalur Lama

Dari Kampung Butuh, perjalanan kita lanjutkan menuju perbatasan antara hutan dengan ladang, jaraknya sekitar 4,5 km dari kampung Butuh, maka kita akan sampai di Boswisen. Di Boswisen ini terdapat sungai kecil, bila musim hujan terdapat air. Setelah samapi di Boswisen perjalanan kita teruskan menuju pertigaan yang dinamakan Bukit Genus, sekitar 2 jam melalui tanjakan-tanjakan yang cukup melelahkan.

Setelah sampai di Bukit Genus kita bisa berisitirahat sebentar sambil menikmati pemandangan karena lokasinya yang cukup datar, lalu perjalanan kita teruskan lagi melewati banyak tanjakan yang terjal menuju Pestan atau Pasar Setan (2.437 mdpl) selama 2 jam perjalanan. Kawasan Pestan banyak ditumbuhi rerumputan dan seringkali terjadi badai yang menerpa wilayah ini sehingga mengakibatkan bahaya saat melakukan pendakian.

Dari Pestan jalan semakin curam dan agak sulit dilalui sepanjang ½ km kita akan menemui batu besar yang dapat digunakan sebagai tempat untuk berlindung dari hembusan angin yang keras, tempat ini dinamakan Batu kotak.

Dari Batu Kotak Perjalana kita teruskan menuju kawasan Tanah Putih, sekitar 1 jam perjalanan lalu kita dapat langsung menuju ke Puncak. Dari Batu Kotak untuk mencapai puncak Gunung Sumbing membutuhkan waktu 2-3 jam lagi perjalanan.

Jalur Baru

Bila kita ingin melewati jalur baru dari Kampung Butuh kita menuju ke kawasan Boswisen sebelah barat yang membutuhkan waktu 2 jam perjalanan, melewati jalan berbatu dan menanjak. Boswisen merupakan batas ladang dan hutan pinus milik PERHUTANI dan terdapat pondok yang merupakan Pos I. Pos ini bisa dipergunakan untuk bermalam bila kita tidak bermalam di desa dan pagi harinya kita meneruskan perjalanan.

Dari Pos I perjalanan kita lanjutkan menuju Pos II yang dinamakan Pos Gatakan, sekitar 3 km. Dari pos II perjalana kita lanjutkan sampai menemui pertigaan yang merupoakan pertemuan jalur lama dengan jalur baru, sekitar 1-1,5 jam . Seterusnya perjalanan  kita teruskan melalui jalur lama menuju ke puncak.

Puncak Gunung Sumbing berbentuk kaldera kecil yang bergaris tengah 800 m, dengan kedalaman 50-100 m dan beberapa puncak yang runcing dan sulit untuk dicapai. Dari Desa Garung ke puncak membutuhkan waktu 7-8 jam perjalanan, sedangkan turunnya membutuhkan waktu 5 jam.

———————-

* Sumber: Tulisan berdasarkan arsip database gunung-gunung Jawa di komputer posko STAPALA

 
Leave a comment

Posted by on January 4, 2012 in Referensi Pendakian, Wisata

 

Tags: , , ,

Monggo,, silahkan meninggalkan komentar, kritik, saran dan masukan disini, jangan sungkan-sungkan..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s