RSS

Referensi Pendakian: GUNUNG GEDE-PANGRANGO (2.958 mdpl & 3.019 mdpl)

04 Jan

Referensi Pendakian: GUNUNG GEDE-PANGRANGO (2.958 mdpl & 3.019 mdpl)

Gunung Gede dan Gunung Pangrango terletak di Jawa Barat, dan dalam pengelolaan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGP), yang didirikan tanggal 6 Maret 1980, meliputi areal seluas 15.196 Ha. Puncak-puncaknya terlihat dari Cibodas, Cianjur, dan Sukabumi. Gunung Pangrango berbentuk segitiga runcing dan merupakan gunung api yang sudah mati, sedangkan Gunung Gede, yang merupakan gunung berjenis Stato, berbentuk kubah dan merupakan gunung api yang masih aktif.

Berwisata ke Taman Nasional Gede-Pangrango ini merupakan wisata alam yang sangat menyenangkan. Selain wisata pendakian, kita bisa menjumpai banyak air terjun, hutan alam, kawah berapi, padang bunga Edelweis Jawa, Taman Bunga Cibodas, Sumber air panas, dan juga wisata pengamatan burung. Kawasan TNGP dijumpai tak kurang 300 lebih jenis burung, mendekati 2/3 dari jenis burung yang ada di Jawa.

Gunung Gede-Pangrango termasuk gunung-gunung yang sering didaki, karena transportasinya yang mudah serta dekat dengan Jakarta dan Bandung. Gunung Gede-Pangrango dapat dicapai dari Cibodas, Gunung Putri (Sukatani-Cipanas), serta dari Selabintana di Sukabumi. Jalur pendakian dari Cibodas adalah jalur pendakian yang paling populer, dan jalur Gunung Putri adalah jalur pendakian terdekat ke Gunung Gede, sementara jalur Selabintana yang merupakan jalur terpanjang dan tersulit. Bagi pendaki diusahakan agar tidak melewati jalur ini karena rawan longsor.

Untuk sampai ke Gunung Gede-Pangrango dari Jakarta naik bis jurusan Cianjur/Bandung via Puncak, dan turun di jalan masuk Cibodas (Pertigaan Cimacan) yang terletak 2 Km arah barat dari Cipanas. Dari sini kita naik minibus ke pintu Kebun Raya Cibodas, sejauh 5 Km. Keperluan logistik bisa kita penuhi di Pasar Cibodas yang terletak berdekatan dengan Wisma Cinta Alam dan gerbang.

Di Pasar Cibodas ini kita dapat berbelanja sayur mayur dan buah buahan segar dengan harga yang terjangkau. Persediaan air dapat kita siapkan di Cibodas ini, dan disepanjang pendakian air dapat dengan mudah kita peroleh di Telaga Biru, Air Terjun Cibereum, Kandang Batu, dan Kandang Badak. Di Cibodas tersedia fasilitas Telepon Umum Kartu, dan Wartel.

Di Wisma Cinta Alam yang terletak disebelah kanan Gerbang, terdapat Kantor Taman Nasional Gede-Pangrango, dimana kita dapat mengurus ijin pendakian. Buku panduan Taman Nasional Gede-Pangrango yang cukup lengkap dan disertai peta-peta bisa diperoleh disini. Di Wisma Cinta Alam terdapat fasilitas bermalam yang memadai dengan tarif yang relatif terjangkau, tetapi kita pun bisa mendirikan tenda disekitar tempat ini atau juga di Bumi Perkemahan di dalam kawasan Kebun Raya Cibodas. Di Cibodas juga banyak terdapat penginapan dari yang murah sampai yang relatif mahal, selain banyak juga rumah penduduk yang disewakan.

Jalur Cibodas

Perjalanan dimulai melalui sebelah pintu gerbang Kebun Raya Cibodas (1.425 mdpl), dengan mengikuti jalan disamping lapangan golf, dan kemudian kita berbelok ke kiri, sedikit mendaki dan menjumpai Kantor Resort TNGP Cibodas, yang merupakan gerbang TNGP, dimana kita mendaftar dan membayar ticket masuk. Kita kemudian mengikuti jalan setapak yang sudah diperkeras, dan di sepanjang perjalanan dipenuhi rambu dan pal kilometer yang memudahkan perjalanan. Kita menuju Kandang Badak dan melalui hutan tropika yang indah. Kira-kira 1,5 Km perjalanan dari gerbang, kita akan dapati sebuah danau kecil yang dinamakan Telaga Biru (1500 mdpl).

Kemudian akan kita jumpai Rawa Ganyang Agung (1600 mdpl), yang merupakan padang rumput dan tanaman perdu. Pada ketinggian 1628 mdpl, kita akan sampai pada pertigaan yang dinamakan Panyacangan Kuda, kira-kira 1 jam perjalanan dari Gerbang (2,3 Km). Berjalan kira-kira 10 menit dari Panyacangan Kuda ke arah kanan, akan kita jumpai Air Terjun Cibereum yang indah. Air Terjun Cibereum (1675 mdpl) tingginya antara 40-50 m, terdiri dari air terjun utama (Curug Cidendeng), ada juga dua air terjun yang lebih kecil (Curug Cikundul dan Curug Ciwalen). Air terjun ini juga salah satu kawasan wisata yang paling sering dikunjungi di kawasan TNGP. Bila kita ingin memasuki kawasan air terjun Cibeureum harus membeli tiket masuk.

Selanjutnya kita sampai di Batu Kukus (1.820 mdpl), dimana dapat kita jumpai sebuah pondok untuk  berteduh. Berjalan sampai pada ketinggian 2.150 mdpl (kira-kira 2,5 jam perjalanan dari gerbang), kita akan sampai pada Pondok Pemandangan, dimana kita bisa beristirahat dan menikmati pemandangan sekitar. Hanya 5 menit berjalan dari pondok ini kita akan menjumpai Air Panas yang berasal dari sumber dekat kawah Gunung Gede, dimana suhu air dapat mencapai 50” C.

Perjalanan kira-kira 3,5 jam dari gerbang kita akan sampai di Kandang Batu atau Lebak Saat (2.220 mdpl). Ditempat ini banyak dijumpai batu yang berasal dari letusan Gunung Gede. Disini juga dapat dijumpai sebuah sumber air, juga tanah datar dimana kita bisa mendirikan tenda.

Setelah 4 jam perjalanan dari Gerbang, kita akan sampai di Kandang Badak (2395 mdpl), dimana terdapat jalan bercabang, yang kekiri menuju puncak Gunung Gede (2 Km lagi, 2 jam perjalanan), sedang yang ke kanan menuju ke puncak Pangrango (3 Km lagi, 3 jam pejalanan). Di Kandang Badak juga terdapat sumber air dan kita dapat berkemah. Kandang Badak berupa dataran yang terletak pada punggungan yang menghubungkan Gunung Gede dan Gunung Pangrango. Disini kita bisa menginap di shelter yang sudah bagus.

Puncak Pangrango terletak dalam hutan berlumut, jadi kita tidak bisa melihat pemandangan yang menarik, tetapi jika kita turun sedikit ke arah barat terdapat hamparan bunga Edelweis Jawa yang indah di area seluas 5 Ha, yang disebut Alun-alun Mandalawangi.

Dalam perjalanan ke Gunung Gede dari Kandang Badak, pada ketinggian 2.475 mdpl akan kita jumpai persimpangan kekiri menuju Kawah Gunung Gede. Kawah Lanang akan kita jumpai disisi kiri jalan setapak ini, sementara Kawah Ratu (2.750 mdpl) dan Kawah Wadon disebelah kanan. Disekitar kawah ini akan kita jumpai bunga Edelweis Jawa, dan kadang juga burung Rajawali Jawa (Spizaetus bartelesi) yang terbang melintasi kawah.

Mendekati puncak Gunung Gede pepohonan semakin jarang, kemudian hanya lahan gersang yang belum ada tumbuhan, hal ini diakibatkan kegiatan kawah berapi Gunung Gede, yang seringkali mengeluarkan gas berbau belerang. Sesampai di puncak Gunung Gede kita dapat menyaksikan pemandangan yang sangat indah karena kita bisa melihat kawah-kawah disekitar puncak, Gunung Pangrango dan Gunung Gumuruh serta pemandangan kota-kota, gunung-gunung di Jawa Barat, dan Selat Sunda dikaki-kaki langit.

Dari puncak Gunung Gede bila kita turun kearah Tenggara kira-kira 1 jam perjalanan, kita akan menjumpai dataran seluas 50 Ha yang terletak antara Gunung Gede dan Gunung Gumuruh, yang sebagian besar dataran ditutupi oleh bunga Edelweis Jawa, tempat ini dinamakan Alun-alun Suryakencana (2.800 mdpl). Tempat ini sangat disukai oleh para pendaki sebagai tempat berkemah. Pada musim hujan, disini terdapat mata air.

Dari Alun-alun Suryakencana kita dapat meneruskan perjalanan turun kearah kiri (Utara) menuju pos Gunung Putri di Cianjur atau kearah kanan (Selatan) menuju Selabintana di Sukabumi.

Jalur Gunung Putri (Cianjur)   

Untuk mencapai Pos Gunung Putri sebagai awal pendakian, dari arah Jakarta kita naik bus jurusan Cianjur/Bandung dan turun di Pasar Cipanas. Perbekalan pendakian sebaiknya kita persiapkan di Cipanas ini. Fasilitas telepon interlokal terdapat di Cipanas. Di Cipanas terdapat Istana Musim Panas Kepresidenan yang indah. Penginapan banyak terdapat di Cipanas, yang juga merupakan kawasan wisata dengan sumber air panasnya yang terkenal.

Dari Terminal Cipanas kita naik minibus ke Desa Sukatani, sejauh 4,5 Km. Di desa ini terdapat Kantor Resort TNGP Gunung Putri, dimana kita meminta keterangan. Air bisa kita peroleh di desa ini. Kemudian kita meneruskan perjalanan dengan meninggalkan desa, sejauh 200 meter melewati perladangan dan akan kita jumpai Pondok Jaga Taman Nasional Gede-Pangrango, dimana kita melaporkan pendakian dan membeli tanda masuk.

Di Pos Jaga yang telah dilengkapi fasilitas listrik ini, kita bisa bermalam, dengan biaya sukarela. Tetapi pada hari-hari libur Pondok Jaga ini sering penuh, dan kita bisa bermalam dirumah-rumah penduduk, untuk itu bisa menghubungi petugas (Kepala Resort TNGP Gunung Putri).

Pendakian kita mulai di Pos Jaga Gunung Putri (1.450 mdpl), melewati perladangan, kemudian kita melewati hutan pinus yang merupakan Hutan Produksi yang dikelola oleh KPH PERHUTANI Cianjur dimana kita akan menyeberangi sungai kecil. Medan mulai sulit dan terjal, selanjutnya kita akan memasuki hutan tropis, dan pada ketinggian 1850 mdpl kita sampai di Tanah Merah, dimana akan kita jumpai sebuah Pos Penerangan Taman Nasional Gede-Pangrango yang sudah tidak terpakai.

Di perjalanan kita melewati Legok Lenca (2.150 mdpl) dan Buntut Lutung (2.300 mdpl), serta akan menemui dua buah pondok masing-masing di Lawang Seketeng (2.500 mdpl) dan di Simpang Maleber (2.625 mdpl). Jalur mulai curam di sekitar Lawang Seketeng ini, dan Simpang Maleber terdapat simpangan jalan ke kiri, tetapi kita harus mengambil jalur lurus untuk menuju Alun-alun Suryakencana.

Dari Simpang Maleber kita terus mendaki, sampai mencapai sebuah pondok di Alun-alun Timur (2800 mdpl). Kemudian kita akan melewati padang rumput dan padang Bunga Edelweis Jawa di Alun-alun Surya Kencana.

Jalur Selabintana

Jalur Selabintana adalah jalur yang paling panjang, curam, menantang sekaligus melelahkan. Sejak bulan Desember 1995 jalur ini ditutup, karena terdapat longsoran. Demi keselamatan, sebaiknya jalur ini dipilih bila kita sudah cukup berpengalaman, atau dengan pemandu yang handal. Selabintana, terletak 7 Km dari Sukabumi. Perbekalan pendakian sebaiknya kita penuhi di Sukabumi.

Selabintana (960 mdpl) merupakan kawasan wisata alam, dan banyak dijumpai hotel dan penginapan, juga rumah penduduk yang disewakan. Kawasan Selabintana ini bisa jadi alternatif bagi kawasan wisata Puncak-Ciloto-Cipanas yang sudah sangat padat. Fasilitas telpon kartu terdapat di Hotel Selabintana, yang merupakan hotel terbesar dengan fasilitas kolam renang dan lapangan golf.

Di Selabintana terdapat Air Terjun Cibeureum, tingginya 70 m dan Air Terjun Curug Sawer yang tingginya 30 m yang merupakan air terjun tertinggi dan terindah di kawasan TNGP.

Kalau kita ingin menikmati pemandangan indah di Situ Gunung, dari Sukabumi kita naik angkot No.8 sejauh 4 Km ke Cisaat dan dari Cisaat naik jurusan Cijagung sejauh 8 Km. Dari sini kita perlu berjalan 1,5 Km, atau dengan ojek untuk sampai di pinggir danau.

Untuk mencapai Selabintana, dari terminal Sukabumi kita naik angkot turun di Bhayangkara, dilanjutkan dengan angkot jurusan Selabintana dan turun Hotel Selabintana. Kita harus berjalan lagi 45 menit melintasi jalan setapak dan Perkebunan Teh “Goalpara”, untuk mencapai Pos Resort TNGP Selabintana. Pos ini bisa langsung dicapai dengan mobil, atau dari Sukabumi kita bisa mencarter angkot. Dekat Pos terdapat Bumi Perkemahan, dan yang sangat menarik adalah Air Terjun Selabintana, yang merupakan air terjun paling tinggi di kawasan TNGP.

Setelah melapor ke Pos Resort TNGP Selabintana, kita mulai mendaki melalui hutan alam selama 20 menit dan sampai di Pos Citinggar (1000 mdpl). Selanjutnya jalan mulai menanjak dan curam, dan kita akan melewati Citinggar Barat (1175 mdpl). Dari sini medan semakin curam, dan kita melalui daerah dimana sekarang terdapat longsoran, Cigeber (1300 mdpl) dan akan sampai di Cileutik (1500 mdpl). Dari Pos Selabintana menuju Cileutik ini diperlukan waktu 5-6 jam, dan diperlukan 4 jam lagi melalui punggungan lereng selatan yang berbatu, untuk sampai di punggungan antara Gunung Gede dan Gunung Gumuruh. Dari punggungan ini kita turun dengan elevasi sekitar 2001 m untuk mencapai Alun-alun Suryakencana.

Dari

Ke

Jarak

Waktu

Kondisi Jalan

Kendaraan

Tarif

Jakarta

Pertigaan Cibodas

90 km

3 Jam

Jalan Utama

Bus

Rp 13.000.

Pertigaan Cibodas

Pasar Cibodas

1 Km

25 Menit

Jalan Utama

Minibus

Rp 3.000

Pasar Cibodas

G. Gede- Pangrango

Jalan

 

* Sumber: Tulisan berdasarkan arsip database gunung-gunung Jawa di komputer posko STAPALA.

 
Leave a comment

Posted by on January 4, 2012 in Referensi Pendakian, Wisata

 

Tags: , , , ,

Monggo,, silahkan meninggalkan komentar, kritik, saran dan masukan disini, jangan sungkan-sungkan..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s