RSS

Perjuangan Mendapatkan 2 Pendamping

10 Aug


*foto diambil dari grup Wisuda 2011

Perjuangan Mendapatkan 2 Pendamping

Senin, 8 Agustus 2011 – Suasana gedung J kampus Jurangmangu pagi itu begitu berbeda dengan hari-hari biasanya. Sejak pagi buta pintu kedua telah ramai berjubel mahasiswa-mahasiswi lengkap dengan atribut dan seragam kuliahnya. Berjajar, mengular dan memanjang hingga mendekati bundaran air mancur yang berjarak lebih dari 10meter dari pintu belakang gedung itu. Persis seperti antrian masyarakat yang menunggu giliran pembagian BLT, atau mereka yang berdesak-desakan unuk mendapatkan jatah sembako. Sebenarnya, ada keributan apa disana?

Nampaknya antrian itu adalah antrian para calon wisudawan yang militan berjuang mendapatkan jatah dua orang pendamping di wisudanya nanti. Kenapa demikian? Ya memang ketentuan memaksa mereka untuk berbuat demikian. Dengan dipindahkannya lokasi wisuda yang semula dari gedung SICC ke JCC, panitia pun membatasi pendamping wisudawan sebanyak dua orang pendamping, itupun dialokasikan hanya untuk separuh pendaftar pertama dari seluruh wisudawan yang ada. Itupun masih dibagi untuk tiap-tiap spesialisasi, dan masih dibagi-bagi lagi menjadi beberapa meja registrasi yang kuotanya diperebutkan tiga sampai empat kelas berbeda. Maka tak heran, mereka yang ingin mengajak serta kedua orangtuanya mendampingi saat wisuda harus “berjuang” dan “berkorban” sejak pagi-pagi buta.

Saya sendiri, sebagai salah satu dari mahasiswa tingkat tiga sebenarnya tidak terlalu berminat dengan acara seremonial macam wisuda. Yang penting ikut yudisium, lulus, sudah cukup. Namun orang tua yang menghendaki dan mendorong saya untuk mendapatkan dua tiket undangan, untuk bapak dan ibu saya. Bukan dengan berat hati, juga bukan karena terpaksa, tapi demi membahagiakan mereka sayapun mencoba peruntungan ikut ‘perebutan” disana. Bukan masalah sih sebenarnya, toh sebagai salah satu penghuni posko Stapala saya biasa seliwaran di kampus bahkan untuk malam hari. Dan rutinitas pagi di bulan ini adalah sahur bersama anak-anak posko yang letaknya di areal plasma (plasa mahasiswa).

Bahkan ada yang sholat subuh di depan pintu gedung

Pukul 03.00 – Seperti biasa, anggota bernomor bontot (kami biasanya menyebutnya sebagai ujung tombak) kebagian tugas mencari menu santap sahur. Pukul tiga, iseng-iseng saya dan kalut (Rizal Palawi) bersepeda melihat kondisi kedung J tempat kami nanti mengantri. Memang di berbagai social media seperti twitter, facebook, tumbl dan media-media komunitas mahasiswa lainnya sudah pada ribut soal antri mengantri sejak pagi hari. Dan ternyata memang sudah ada seorang “mahasiswa militan” yang pukul tiga standby disana, siapa orangnya terus terang saya kurang begitu paham. Ckckckck.. sampai segitunya ya?

Singkat cerita, seperti biasa saya sholat subuh di musholla PHRD yang letaknya di komplek gedung BPPK. Dan sepulangnya dari musholla, sebuah sms masuk “Jarkom AAA..!! gedung J sudah ramai, joga, gilang dan dania sudah ngumpul disana. Buruan berangkat” begitu kurang lebihnya bunyi pesan singkat itu. Tak heran memang, karena saya melihat berkelompok-kelompok mahasiswa berseragam rapi datang berduyun duyun menuju gedung J. Sial..!! Bisa nggak kebagian antrian ini. Segera saja saya berangkat bersama odol (Ferdhi Fian Anshori), sedangkan si kalut pulang terlebih dahulu unuk mengambil seragam. Setengah berlari kami mengambil jalan pintas menuju gedung J, dan benar saja, sekitar seratus orang sudah berjubel di depan pintu belakang yang memang merupakan pintu masuk untuk calon pendaftar wisuda. Ada sekitar lima line meja registrasi disana, setiap line menyediakan kuota 57 orang pendaftar pertama, dan untungnya kami masih masuk dalam barisan yang mendapatkan jatah dua pendamping wisuda, alhamdulillah…

*Group Wisuda 2011

Untungnya Panwis tahun ini sepertinya sudah siap mengantisipasi kemungkinan antrian panjang mahasiswa. Sekitar pukul 06.00 pintu pun dibuka, langsung saja para pengantri berhamburan masuk berlarian namun masih sesuai dengan urutan antrian. Tidak seperti yang dikhawatirkan oleh beberapa kalangan yang menganggap proses pendaftaran ini bakal ricuh seperti halnya antrian tiket nonton Piala AFF di GBK, Alhamdulillah proses itu berjalan dengan tertib, tidak ada serobot-serobotan antrian. Hmmm, berani nyerobot bisa dipastikan langsung jadi bergedel dah tu orang, hehehe. Meskipun mirip antrian sembako, tapi para mahasiswa perguruan tinggi kedinasan ini nampaknya masih menjunjung tinggi etika. Masih memiliki kesadaran yang tinggi tentang bagaimana menghargai hak-hak orang lain, dan tentunya masih punya rasa takut jika digebukin orang lain.😄

Antrain kini berpindah ke dalam gedung, berbaris sesuai urutannya tadi, sambil krik.. krik.. krik.. menunggu jam delapan tiba, waktu yang dijadwalkan registrasi dibuka. Karena bosen pastinya, sayapun tertidur dalam antrian itu. Sialnya, sang paparazi melihat kejadian itu dan mengabadikannya lalu meng-upluadnya ke graoup wisuda. Jan, kampret tenan mas Nur Setiandi ini…

Okke, itulah sedikit cerita tentang pendaftaran calon wisudawan Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Administrasi Perpajakan 2011. Dan ternyata melihat antrian yang sudah sedemikian banyaknya, serta kesiapan dari Panitia Wisuda (Panwis) bidang pendaftaran & registrasi (Pensi) –yang kebanyakan terdiri dari adik-adik angkatan yang unyuu-unyuuu itu- , panitia pun membuka registrasi lebih awal dari waktu yang telah dijadwalkan.

Spoiler for bonus:

 
4 Comments

Posted by on August 10, 2011 in Catatan Harian

 

Tags: , ,

4 responses to “Perjuangan Mendapatkan 2 Pendamping

  1. Irma

    August 10, 2011 at 5:56 am

    hihihi.. sampe segitunya ya kak? ade ucapin selamat deh, sukses buat wisuda na..

     
    • 940

      August 10, 2011 at 3:03 pm

      Hhe, namanya juga perjuangan dek.. makasih yaa🙂

       
  2. setiandi

    February 23, 2012 at 11:12 pm

    hahaha pas shearching jenengku nemu posting iki😄

     
    • azhyz

      February 28, 2012 at 4:33 am

      wekekekeke… ati2 mas, jangan sampai nanti inisial NS jd keyword pencarian populer 2015 #eh

       

Monggo,, silahkan meninggalkan komentar, kritik, saran dan masukan disini, jangan sungkan-sungkan..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s