RSS

Pelajaran yang dapat kupetik dari meninggalnya simbah.. (II)

04 Aug

Pelajaran yang dapat kupetik dari meninggalnya simbah.. (II)

29 Sya’ban 1432H.

Lanjutan dari tulisan pertama. Tepat pukul 09.10 saya tiba di rumah. Didepan di jalan-jalan sudah banyak orang yang berkumpul untuk mensholatkan dan memberikan penghormatan terakhir kepada simbah, sang imam sekaligus sesepuh desa yang kemarin sore telah menghembuskan nafas terakhirnya.

Kepergian simbah adalah kehilangan berarti bagi desa ini. Sosok yang hingga usia ke-84 nya ini, dan lebih dikenal dengan panggilan “mbah kaji”, yang selalu mendawamkan kalimah-kalimah thoyyibah dalam kehidupan sehari-hari, yang selalu menjadi panutan dan mengajari kami mengaji, harus meninggalkan kami di bulan yang suci ini.

Kepergian beliau, mengingatkan kita pada satu hal. Satu-satunya hal yang pasti di dunia ini tiada lain adalah kematian, ia pasti datang, entah kapan, tak ada dari kita yang tahu. Seperti halnya mbah kaji ini, siapa yang mengira bahwa dua hari menjelang Ramadhan beliau harus pergi memenuhi panggilan Sang Illahi? Dalam hati saya berkhusnudzon, bahwa Allah begitu menyayangi simbah, sehingga Dia menghendakinya untuk ber-ramadhan disana, di sisi-Nya. Dan saya pun seketika itu menjadi tersadar, kita yang masih muda, yang masih diberikan kesempatan untuk berjumpa dengan Ramadhan tahun ini, seringkali lupa, dan menganggap Ramadhan itu biasa-biasa saja. Hanya ganti pola makan saja, dan ditambah tarawih malam yang masih pilih-pilih masjid mana yang paling cepat selasainya. hahaha, owalah ziz.. ziz…

Pernah saya membaca status FB dari seorang teman yang mengatakan bahwa Ramadhan itu bukan sekedar mengganti playlist musik dari Rihanna menjadi Raihan, Mariah Carry menjadi Maher Zain, Garasi menjadi Gradasi, bla.. bla.. bla.., dan tentang bagaimana memaknai ramadhan yang seharusnya menjadi moment bengkel diri dan bengkel hati, saya merasa lebih tertohok lagi. Sedih rasanya bahwa sudah banyak Ramadhan yang tersia-siakan selama hampir sepertiga umur saya ini. itupun dengan estimasi kalo umur saya di dunia ini selama rata-rata umur umat Muhammad yang di kitaran 60an tahun. Lha kalo lebih cepat? ato mungkin esok atau lusa? Hmmm.. wallahu a’lam. Nggak sekali lagi nggak ada manusia yang tahu.

Saya menulis ini sebenarnya sambil senyum senyum sendiri, hehe..

Seorang Aziz bicara seperti ini? kesambet kah? tobat sesaat kah? atau sedang “kentek’an obat” kah? Hahaha.. Tidak, tidak.. setidaknya dengan saya bercerita, saya berharap sahabat dan teman-teman menjadi lebih sering mengingatkan, agar saya ini tidak terlalu jauh keblinger. Agar tidak terlalu banyak “ngliyer” tur “ngiler”. Pokoknya biar saya bisa jadi orang yang bener..!!

Bismillah.. nggak ada kata terlambat kan ya? pokoknya bismillah..

Semoga ramadhan tahun ini membawa berkah, dengan peningkatan amaliyah dan perbaikan muamalah. (wejian, boso opo kuwi jiz?). Pokoknya ngono kui lah..🙂

Bagi saudara-saudara yang berkenan, minta kiriman doa dan bacaan al-fatihah untuk simbah. Dan doakan saya agar menjadi “bocah sing nggenah“. Tapi sepertinya saya belum perlu di rukiyah.. Hehe..

Selamat menjalankan ibadah puasa, kawan-kawan.. Semoga ibadah ikhlas kita diterima..

 
7 Comments

Posted by on August 4, 2011 in Catatan Harian

 

Tags: , ,

7 responses to “Pelajaran yang dapat kupetik dari meninggalnya simbah.. (II)

  1. Dhan

    August 5, 2011 at 8:13 pm

    Turut berduka mas…
    pelajaran yang membuat saya terkesan..

     
    • 940

      August 6, 2011 at 8:48 pm

      makasih mas.. trimakasih juga sudah berkunjung..🙂

       
  2. Erikson Bin Asli Aziz

    August 5, 2011 at 8:26 pm

    aku komen untuk dua hal. 1. Blog mu makin kerennn… template nya manteppp.. 2. tentang kematian, terima kasih sudah mengingatkan saudaraku, hanya masalah waktu saja maka kita akan kesana juga..

    Btw, tidak terasa waktu begitu cepat berlalu!😀

     
    • 940

      August 6, 2011 at 8:58 pm

      aku juga jawab untuk 2 komen:
      1. Wah, trimakasih untuk pujiannya.. (pujian ato sindiran nih karena blog ane masih acak2an? hhe). Barusan sempet ngintip BSE ente, sepertinya tampilannya baru juga capt.. (ato baru nyadar aja ya?)
      2. Yah, kagak ada yg tau.. yang jelas kematian tidak dapat dipercepat dengan naik gunung, dan tidak dapat dihindari dengan tidak naik gunung kan yaa..😉

       
  3. Anne

    August 6, 2011 at 8:24 pm

    Wuaaaaa!! baru tau kalok km punya blog. Ngiriiiiiiiiiiiiiiiiiiii..
    kapan2 aku dibikinin yo ziz.. ~_^
    ikut berduka cita yah..

     
    • 940

      August 6, 2011 at 9:10 pm

      Hehehe.. iya mbak.. tapi jarang diurus, gayane sok sibuk. Wkwkwkw.
      insyaallah.. tapi bikin thok kan? sbenernya nggak trlalu rumit kok, main iutak atik aja..

      Matunuwun.. doane mawon kagem simbah..

       

Monggo,, silahkan meninggalkan komentar, kritik, saran dan masukan disini, jangan sungkan-sungkan..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s