RSS

MAHAMERU – Chapter 8: Dalam Beku

04 Jul

MAHAMERU – Chapter 8: Dalam Beku

Dini Hari, di Camp Ranu Pane.

Ranu Pane

Aku terbangun, kurasakan ujung-ujung kakiku seperti membeku, teramat dingin, seperti basah, terkena air kah? Ahhh, ternyata karena sleepingbag yang kupakai memang tak mampu menghangatkan sebab suhu diluar sana yang cukup ekstrim sepertinya. Kulihat si Kalut pun meringkuk, menahan dingin yang menusuk pori-pori, sehingga seluruh persendian jadi terasa nyeri. Sejenak kuperhatikan anak-anak yang lain sepertinya hangat-hangat saja didalamsana. Sempat berniat ingin beranjak pindah kedalam, tapi ah persetan! Untuk bangun dan menggerakkan badan saja malas sekali rasanya.  Ku betulkan saja posisi tidurku lalu kembali membenamkan diri ke dalam kantung yang tak lagi hangat itu.

***

Gambar difoto dari posko SAR

Samar-samar terdengar langkah kaki orang menyeret-nyeret sandal, disusul gumaman-gumaman percakapan yang tak begitu jelas ku dengar. Aku masih belum yakin dengan pendengaranku, atau mungkin sekedar perasaanku. Atau karena memang ku masih setengah-setengah berada diantara alam tidur dan alam sadar? entahlah. Selang beberapa saat baru kusadari ternyata hari memang sudah pagi, meski matahari belum terlihat muncul di permukaan, tapi langit sudah mulai terang. Dan suara berisik yang kudengar tadi rupanya suara anak-anak yang sudah terbangun dan membereskan perlengkapan untuk pendakian. Brrrrr..!! Pokoknya aku masih malas bangun..!! Kalian mendakisana, aku ingin tidur disini saja..!! (Lebai, hehe)

Tapi, rasa dingin itu bisa dikalahkan, sedangkan rasa malas itu harus dilawan.

Sejuk air wudhu menjadi penakluk rasa dingin itu, menambah kekhusyu’an sholat subuh yang sudah kesiangan. Selesai sholat segera saja kami berkemas, membereskan seluruh peralatan yang tercecer ketika kami bermalam. Beberapa rombongan kecil sudah terlebih dulu sarapan di warung nasi yang kemaren sore kami pesan untuk buka lebih pagi. Saya dan beberapa orang yang packing paling akhir segera saja menyusul kesana, sekitar sepuluh meter saja dari terpat kami beristirahat semalam. “Bu’ pesen nasi sayur kalih telur nggih..” itu saja, kapok memesan teh hangat yang kata Gembes rasanya seperti Lipstik itu (kosmetik untuk rias bibir kaum ibu), itupun segelas kecil dihargai dua ribu. Mahal beud buuk..!!

Lhep.. lhep.. lhep…

Setelah semua perut terisi dan dikosongkan, seluruh rombongan berkumpul untuk melakukan stretching dan doa bersama. Foto-foto sejenak dan berpamitan kepada bang Iwan. Sebentar lagi, kami akan memulai perjalanan panjang mendaki gunung Semeru. Gunung tertinggi di Pulau Jawa, sowan kepada para Dewa.

 
1 Comment

Posted by on July 4, 2011 in Catatan Perjalanan

 

Tags: , , , , ,

One response to “MAHAMERU – Chapter 8: Dalam Beku

  1. Chicka

    August 10, 2011 at 5:59 am

    Danaunya keren ms!!

     

Monggo,, silahkan meninggalkan komentar, kritik, saran dan masukan disini, jangan sungkan-sungkan..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s