RSS

MAHAMERU – Chapter 10: Menatap Damai Ranu Kumbolo

04 Jul

MAHAMERU – Chapter 10: Ranu Kumbolo, Menatap Damai

Ranu Kumbolo, tampak dari kejauhan

Bagaimana? Indah bukan?

Itu adalah view Ranu Kumbolo dilihat dari kejauhan.

Sayang tentunya apabila kami tak menyempatkan diri berfoto-foto sejenak disana. Dari tempat kami berdiri. menatap lepas, sebuah mahakarya begitu mempesona. Danau dengan airnya yang jernih berwarna biru, memantulkan warna langit yang berpendar ke seluruh permukaan, tenang, menandakan ia dalam. Bukit-bukit di sekitar gagah berdiri, seakan akan ingin melindungi kehormatan dan kesucian sang telaga. Pepohonan hijau yang mengelilingi berpadu serasi dengan padang rumput dan ilalang

Ranu Kumbolo Pagi Hari

yang luas membentang. Sedangkan diatas sana, gumpalan-gumpalan awan putih berpadu dengan langit biru, berarak mengikut kemana angin membawanya pergi. Sejenak kuhirup nafas dalam dalam, meresapi sebuah kedamaian, menikmati keheningan.

Subhanallah..

Tak sabar saya ingin mencoba meneguk kesejukan airnya. Namun untuk menuruni telaga terlebih dahulu kita harus berjalan melipir ke kanan, mengitari hampir setengah lingkaran. Menuruni bukit, melintasi ilalang, lalu mendaki dan menyusuri lereng bukit yang satunya lagi.  Bila dilihat sepertinya sudah dekat memang, namun membutuhkan lebih dari setengah jam untuk sampai ke ujungsana, di area camp Ranu Kumbolo.

***

Siang itu kami masak mie instant, karena sudah begitu laparnya maka dibuatlah sebungkus untuk seorang. Sedangkan agar lebih cepat kami memasak berpasang-pasangan. Saya dan Odol membuat campuran mie rebus rasa soto dan mie goreng, hmmm rasanya lumayan, kalau perut lapar segala sesuatu memang terasa lebih nikmat bukan..? Hehe.

Sholat di tepi telaga, Lebih dekat dengan Yang Maha Kuasa

Alhamdulillah perut kenyang, maka sholatpun jadi lebih tenang.

Anak-anak masih sibuk membereskan peralatan yang tadi dipergunakan untuk makan, sedangkan sebagian lagi memilih sholat di teras sebuah bangunan di bagian belakang. Aku sendiri masih menggulung lengan baju hingga siku, lalu berjalan ke arah danau, dan melangkah lebih jauh lagi ke dalam hingga air sebatas lututku. Bismillahirrohmanirrohim…

Air masih menetes di wajah, sengaja tak ku seka karena masih ingin menikmati kesegaran air wudhu itu, kemudian kembali melangkah ke tengahpadangrumput di tepian danau. Sejenak kulihat pemandangan yang ada disekitar, lalu menengadah, mencari arah cahaya matahari. Meskipun sudah berputar-putar ke segala penjuru arah tetapi matahari tetap tak dapat ku temui. Siang itu langit nampaknya tertutup awan, sehingga cukup menyulitkan bagi kami menentukan kemana arah kiblat sholat.

Sedangkan kompas tak dibawa, dan tanda-tanda alam sulit dibaca, maka menghadaplah saya sesuai dengan keyakinan dan kemantapan hati. Ke arahsana, ke arah telaga.

Bagaimana komentar anda?🙂

Memasuki rekaat kedua, suara gaduh dan tawa serta seruan si Gawon dan Yogha yang mengatakan bahwa aku salah arah membuyarkan sujudku. Karena hatiku ragu maka kubatalkan sholatku, lalu berniat untuk memulai lagi dari awal takbiratul ihram. Benar saja, si yogha sambil tertawa-tawa menunjuk matahari yang muncul dari arah punggungku.

“Hahaha, mending aku plok salahe gak begitu adoh, lha awakmu, sholat kok madep ngetan..!!”, timpal si Jeffri Tesisco yang akrab dan bangga dipanggil dengan sapaan ‘Gawon’. Haha, menyadari bahwa matahari memang berada dibelakangku langsung saja ku berbalik arah, ingin memulai lagi dengan niat yang baru. Tiba-tiba jupret datang setelah berwudhu, maka saya pun menunggu untuk sholat berjamaah saja, bukankah itu lebih utama?

TULISAN INI BELUM SELESAI, ADA KERJAAN DIKANTOR, NANTI DILANJUT LAGI GAN.. HEHEHE #Eh, capslock jebol.

 
4 Comments

Posted by on July 4, 2011 in Catatan Perjalanan

 

Tags: , , , ,

4 responses to “MAHAMERU – Chapter 10: Menatap Damai Ranu Kumbolo

  1. yellameishaindika

    December 3, 2011 at 9:08 am

    Plok, ini foto-foto bukan dari kamera jupret ya, mauuu hehe

     
    • 940 (azhyzmaghfur)

      January 1, 2012 at 2:02 pm

      Sebagian dari kameranya uka, odol & yogha nge’..
      file aslinya di hardis posko yg isinya foto2 yg gabisa dibuka itu.. T.T

       
  2. jogja undercover

    November 18, 2013 at 5:51 pm

    keren,tp ane blm pernah kesana

     

Monggo,, silahkan meninggalkan komentar, kritik, saran dan masukan disini, jangan sungkan-sungkan..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s