RSS

Monolog: Satu Cerita Tentang Diklat STAPALA

24 Apr

MONOLOG: SATU CERITA TENTANG DIKLAT STAPALA

Baru saja mengorek-korek salah satu grup FB, secara tidak sengaja menemukan kembali sebuah catatan lama (lebih tepatnya curhatan saya) beberapa bulan yang lalu, atau bahkan mungkin setahun yang lalu. (sepertinya masih di  kisaran desember 2010). Catatan ini sebenarnya berupa monolog dalam chatbox grup, ketika kami sedang menjalani masa-masa diklat STAPALA. Karena setiap penggalan cerita adalah berharga, maka tidak ada salahnya saya angkat kedalam postingan di blog sederhana ini..

“(ada tanda tanya dibelakangnya, muhasabah, bertanya pada diri sendiri)

disini, cuma ada ada pacull dan kucir..

Bintaro, 10 desember 2010

03.02 AM

kepada siapa lagi ku harus mengadu..

sedangkan disini tiada si Bedu..

mungkin benar, berbicara terhadap diri kita sendiri terkadang pilihan yang terbaik..

karna hanya kita sendiri yang mengerti apa yang kita maui..

kenapa harus ada OK? kenapa harus ikut diklat? kenapa harus ini dan itu, nggak boleh ini nggak boleh itu..??

Kenapa harus mengorbankan segala macam agenda yang sudah tersusun rapi sejak dahulu?

Ahhhhh… ketika komitmen kita mulai meragu..

Jangankan komitmen terhadap manusia bung.. komitmen kpada Tuhan saja kadang terpingginggirkan..

*begitu bisik sang makhluk bertanduk.

Banyak temen-temen yang satu per satu mulai berguguran, mereka tumbang, mereka berjatuhan, mereka terpinggirkan..

hanya karena sebuah kata, “komitmen”

(Kemudian datanglah sosok yang sepertinya tak asing dalam gelapku, begitu menentramkan, begitu mendamaikan, apakah ia malaikat??)

*kok curhatnya mulai ngelantur ya.. oke gapapa, lanjut gan..

ah, ga jadi, lanjut besok aja deh..

biarkan cerita ini menggantung,

biarkan waktu dan kebersamaan ini yang akan menjadi lanjutan kisah yang tak pernah usai..

Biarkan guratan perjalanan ini yang dengan sendirinya menggoreskan pena, atau mungkin layaknya jari jemari yang indah menari-nari diatas papan qwerty..

Terimakasih telah berkenan menjadi bagian dari “cerita yang tak kan pernah usai” ini..

Selamat pagi, salam SABUMI…

hahahahahaha.. berasa orang gila, semoga nggak ada yang baca

 
Leave a comment

Posted by on April 24, 2011 in Catatan Harian

 

Tags: , , ,

Monggo,, silahkan meninggalkan komentar, kritik, saran dan masukan disini, jangan sungkan-sungkan..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s