RSS

Catper Simbung (1): Sebuah Pengantar (belum jadi)

30 Jan

Sebuah Pengantar,
Perjalanan ini, dimulai dari obrolan ringan antara kami, siswa diklat STAPALA 2011 divisi GH, dengan sang kadiv di sebuah bangunan mungil yang terletak di sebelah selatan plasma kampus STAN Jakarta. “Plok, kalian coba cari tau status terbaru gunung ciremai yo, aku denger informasi katanya Slamet masih tutup e..”  kata kadiv kami yang bertubuh kecil dan akrab dipanggil mas Codet.
Pembicaraan itu terkait agenda mabim divisi kami yang dijadwalkan dilaksanakan pada pertengahan dan akhir Januari tahun ini. Awalnya kami sempat kesulitan dalam menentukan gunung mana yang akan menjadi tujuan perjalanan kami. Gunung slamet masih belum dibuka karena status siaga, gunung ciremai juga ditutup karena badan yang berwenang setempat menutup izin pendakian sampai batas waktu yang tidak ditentukan, alasannya, karena cuaca yang sangat ekstrem dan tidak menentu pada waktu itu. Sedangkan gunung-gunung lain di Jawa barat seperti gunung Gede-Pangrango, Gunung Salak, ataupun Gunung Cikuray sudah tereliminasi sebelumnya karena gradenya dianggap kurang memenuhi standard kegiatan mabim GH.
Setelah menghabiskan banyak waktu hanya untuk mencari informasi dan menunggu ketidakpastian perkembangan gunung-gunung tersebut, akhirnya diputuskan kami akan melakukan perjalanan ke Gunung Sumbing (3.371 Mdpl) yang terletak di daerah Wonosobo – Jawa Tengah. “Yaaaaah.. Jateng berarti transporte tambah larang cah..”  bathin kami. Memang kondisi keuangan kami waktu itu masih dalam keadaan morat-marit setelah beban pengeluaran membengkak selama mengikuti masa diklat kampus maupun diklat lapangan. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat kami untuk melakukan pendakian yang pertama kali dengan mengusung nama dan bendera STAPALA.
Waktu yang kami miliki sebenarnya lebih dari cukup untuk mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari mengumpulkan informasi, persiapan fisik dan mental, persiapan perlengkapan dan perbekalan, sampai dengan menyusun rencana dan manajemen perjalanan. Namun karena “kemalasan” dan “keleletan”  kami (disamping karena kesibukan kuliah yang kami jadikan sebagai alasan) tak terasa waktu berjalan begitu cepat dan waktu yang kami miliki tinggal sedikit jelang hari keberangkatan. Bahkan hingga H-2 kami baru bisa memastikan lima dari tujuh orang siswa anggota divisi GH yang ikut ke gunung sumbing. Joneh, Sundul, Kace, Tumber, dan Teplok. Sedangkan Bean terkendala kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan dan kami masih berusaha meyakinkan Cepuk untuk tetap ikut bersama kami kendati orang tuanya tidak mengijinkan.
Singkat cerita, akhirnya berangkatlah enam orang siswa (termasuk Cepuk yang akhirnya terbujuk juga untuk berangkat tanpa sepengetahuan orangtaunya, hehe parah!!). Kami didampingi oleh tujuh orang senior STAPALA yang kesemuanya memang dari divisi Gunung Hutan. Mereka adalah Pak kadiv Codet, Kak Genkiss, Kak Ewel, Kak Gimbal, Kak Samcong, Kak Gokong dan Kak Palpi.

Hari Keberangkatan
Bintaro, 21 Januari 2011
Sesuai dengan rundown yang telah kami tetapkan dalam manajemen perjalanan, seharusnya kami sudah berkumpul di posko dalam kondisi siap berangkat pada pukul 16.00 WIB. Namun kenyataanya, jam di posko menunjukkan pukul 16.05 ketika Teplok datang, disana baru ada Joneh dan Sundul yang masih sibuk mempacking perlengkapan dan menatanya kedalam carier. Sesaat kemudian Kace datang, disusul oleh Tumber yang terengah-engah baru pulang dari kuliah, katanya. Satu jam packing dan setting final sudah selesai, namun si Cepuk belum juga menunjukkan batang hidungnya. “Meh munggah gunung make-upan dhisik yae..”  seloroh kami. Sambil menunggu kedatangan Cepuk dan salah seorang senior, Kace membeli bekal nasi bungkus yang rencananya untuk makan malam di kereta nanti. Setengah jam kemudian, nasi bungkus siap, Cepuk pun sudah datang, dan segera saja kami semua berkumpul di depan posko untuk melakukan briefing dan doa bersama.
Yep!! Pukul 18.00 tepat kami berangkat dari gerbang kampus Bintaro, molor satu jam dari waktu yang sudah dijadwalkan. Ketar-ketir juga apakah nanti masih dapet kereta yang menuju stasiun Tanah Abang tepat waktu. Sopir angkot D09 kami sulap menjadi driver nascar, “ngebut bang..!! skalian minta tolong anterin sampe stasiun pondok ranji ya..”. Walhasil tidak sampai lima belas menit kami sudah tiba di stasiun, cukup bayar tarif standar Kampus-BP Rp 2.000,- per orang. Malangnya, kereta ekonomi yang hendak kami naiki terlanjur sudah mau berangkat, tapi beruntung masih ada kereta AC Ekonomi setelahnya yang bisa mengantarkan kami menuju Tanah Abang dengan nyaman ala orang kantoran, bersih, adem, dan tidak berdesak-desakan. Aihhh, tapi kami harus merogoh kocek tigakali lipat dari kereta ekonomi biasa. Untuk kenyamanan yang kami dapatkan, kami harus membayar Rp 5.500,- per kepala. Tak apalah, yang penting bisa mengejar kereta api Bengawan tujuan Solo Balapan yang akan membawa kami sampai di Kutoarjo.
Tiba di stasiun Tanah Abang kami masih sempat sholat jama’ maghrib dan isya sekaligus, berdoa kepada Tuhan agar diberi keselamatan sepanjang perjalanan sampai kami kembali pulang. Selesai sholat kami langsung menuju jalur 3 dimana kereta kami akan berangkat. Benar saja, setibanya disana kereta sudah langsir dan kamipun siap berdesak-desakan dengan calon penumpang lain yang berebut masuk ke dalam gerbong. Kami sih tidak masalah masuk belakangan, karena kami sudah memastikan mendapat tiket tempat duduk yang sehari sebelumnya sudah dipesan oleh Joneh, Rp 37.000,- sudah termasuk biaya reservasi atau pemesanan  untuk tarif KA menuju Purworejo. Tapi mengingat tas carier kami akan sangat memakan tempat, maka kami berusa menerobos untuk bisa menaruh tas kami di “planggrangan” yang terletak diatas tempat duduk sepanjang sisi gerbong. Ufhhhhh.. akhirnya kami duduk juga di kereta rakyat dengan seat yang berhadap-hadapan. Di gerbong yang berbeda, rombongan kami bertambah lagi dengan bergabungnya  dua orang senior STAPALA yang berniat ikut perjalanan kami ke gunung Sumbing. Mereka adalah Pak Dosko dan Jane.

 
Leave a comment

Posted by on January 30, 2011 in Catatan Perjalanan

 

Tags: , , , , ,

Monggo,, silahkan meninggalkan komentar, kritik, saran dan masukan disini, jangan sungkan-sungkan..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s