RSS

Catper Simbung (3): Dan Langkah-kaki-itu-pun Dimulai

30 Jan

Dan Langkah-kaki-itu-pun Dimulai
Dusun Cepit, 23 Januari 2011.
Kami mendongak melihat matahari sudah tinggi, sudah jam sepuluh lewat duapuluh menit ketika kami mulai berjalan dari tempat dimana kami diturunkan oleh minibus tadi. Benar sekali kata bapak itu, habis ini ada dua tikungan, tapi setelah itu, jalanan aspal memang naik, tapi masih cenderung datar. “Lha endi iki jare dalane nanjak ki?”. Sialan, kami merasa ditipu. Iseng saja bertanya kepada ibu-ibu penjaga warung apakah jalan sampai basecamp cepit tidak bisa dilalui mobil/bus. Dan kata ibu itu bisa saja, bahkan kemaren ada yang sampe atas kok katanya. “Jambu..!! awake dhewe diapusi Lik’e caaah..!!”. Dengan perasaan dongkol kami melanjutkan perjalanan yang katanya limaratus meter itu ternyata memakan waktu hampir lima puluh menit untuk sampai basecamp.
Basecamp cepit sendiri hanyalah sebuah gardu tidak berpenjaga yang terletak di sebelah kanan jalan dekat pertigaan dusun. Di dindingnya terpampang sebuah frame besar berisikan rute jalur pendakian dilengkapi dengan foto-foto petunjuknya. Tepat diatas jalan didepan gardu itu ada semacam palang, gapura, atau gerbang sederhana yang ada tulisannya Pos 1. Disitu kami istirahat sambil mensetting ulang carier kami agar lebih nyaman untuk pendakian. Seorang bapak-bapak berusia enampuluhan menyapa kami dan memberitahu bahwa kalau mau naik sebaiknya melapor dulu ke aparat SAR setempat. Kemudian kami diantar ke sebuah rumah yang di depannya ada bak pengisian air di dekat tower BTS. Tidak jauh dari gardu basecamp tadi, mungkin hanya berjarak sekitar 150 meter. Registrasinya cukup sederhana, kami hanya diminta menulis daftar nama rombongan dalam buku bufallo dan mengisi kas dusun per orang  1.000 rupiah.

Dan Langkah-kaki-itu-pun Dimulai
Dusun Cepit, 23 Januari 2011.
Kami mendongak melihat matahari sudah tinggi, sudah jam sepuluh lewat duapuluh menit ketika kami mulai berjalan dari tempat dimana kami diturunkan oleh minibus tadi. Benar sekali kata bapak itu, habis ini ada dua tikungan, tapi setelah itu, jalanan aspal memang naik, tapi masih cenderung datar. “Lha endi iki jare dalane nanjak ki?”. Sialan, kami merasa ditipu. Iseng saja bertanya kepada ibu-ibu penjaga warung apakah jalan sampai basecamp cepit tidak bisa dilalui mobil/bus. Dan kata ibu itu bisa saja, bahkan kemaren ada yang sampe atas kok katanya. “Jambu..!! awake dhewe diapusi Lik’e caaah..!!”. Dengan perasaan dongkol kami melanjutkan perjalanan yang katanya limaratus meter itu ternyata memakan waktu hampir lima puluh menit untuk sampai basecamp.
Basecamp cepit sendiri hanyalah sebuah gardu tidak berpenjaga yang terletak di sebelah kanan jalan dekat pertigaan dusun. Di dindingnya terpampang sebuah frame besar berisikan rute jalur pendakian dilengkapi dengan foto-foto petunjuknya. Tepat diatas jalan didepan gardu itu ada semacam palang, gapura, atau gerbang sederhana yang ada tulisannya Pos 1. Disitu kami istirahat sambil mensetting ulang carier kami agar lebih nyaman untuk pendakian. Seorang bapak-bapak berusia enampuluhan menyapa kami dan memberitahu bahwa kalau mau naik sebaiknya melapor dulu ke aparat SAR setempat. Kemudian kami diantar ke sebuah rumah yang di depannya ada bak pengisian air di dekat tower BTS. Tidak jauh dari gardu basecamp tadi, mungkin hanya berjarak sekitar 150 meter. Registrasinya cukup sederhana, kami hanya diminta menulis daftar nama rombongan dalam buku bufallo dan mengisi kas dusun per orang  1.000 rupiah.
 
Leave a comment

Posted by on January 30, 2011 in Catatan Perjalanan

 

Monggo,, silahkan meninggalkan komentar, kritik, saran dan masukan disini, jangan sungkan-sungkan..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s